Lebih dari gelar

Kenapa sih harus jauh-jauh kulaih ke luar negeri? Kenapa gag kuliah di negara sendiri aja? Emangnya mutu Pendidikan Indonesia sejelek itu apa, hingga harus belajar jauh-jauh? Mungkin akan ada pertanyaan seperti ini ketika seseorang ingin pergi belajar ke luar negeri. Bukanlah pertanyaan yang salah, bukanlah perntanyaan yang menghakimi juga bukan pertanyaan yang merendahkan. Ini adalah pertanyaan ujian bagi diri kita sendiri, pertanyaan tentang apa sebenarnya tujuan kita pergi jauh untuk menuntut ilmu.

Sebagai seorang muslim, menutuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Kewajiban yang masa belakunya sangatlah panjang, sejak dalam buaian hingga hari kematian, begitu salah satu baris lirik dalam lagu Raihan yang sangat terkenal. Bahkan pepatah arab pun mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri china”. Mungkin jarak dari arab ke china cukup jauh sehingga sejauh apapun, pergilah demi menuntu ilmu. Yah walaupun kata cak lontong ilmu itu gag salah apa-apa jadi tidak perlu dituntut. Hehehe, bercanda.

Mari kita renungkan lagi apa sebenarnya tujuan kita pergi belajar keluar negeri? Gelar, mungkin ini adalah jawaban mayoritas dari pertanyaan tersebut. Tentu saja, gelar adalah sesuatu yang sangat penting. Gelar adalah salah satu anak tangga yang harus ditapai dalam proses meraih mimpi. Namun, apa iya setelah pengorbanan yang sebegitu besar, perjuangan yang tanpa henti, setelah selesai menempuh Pendidikan, hanya gelar akademik yang kita dapatkan. Alangkah sayangnya bukan. Akan ada banyak hal selain gelar akademik yang bisa kita dapatkan.

Yang pertama adalah pengalaman menarik. Pengalaman adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari. Mungkin kita bisa mengenal sebuah negara dengan membaca atau menonton televisi, namun tanpa pernah menginjakan kaki ke negeri tersebut apa kita bisa tau seperti apa rasanya berasa disana, seperti apa suasananya, seperti apa orang-orangnya dan seperti apa perasaan kita saat itu. Kita tidak akan pernah tau rasanya kecuali bila kita mengalaminya sendiri. Akan ada banyak pengalaman berharga ketika berpergian dan percaya atau tidak ini juga merupakan salah satu pembinanan mental. Bagaimana caranya kita bisa beradaptasi dengan lingkungan asing yang baru, bagaimana cara bertahan dan bersosialisasi. Sungguh pengalaman yang sangat berharga.

Yang kedua adalah pemikiran yang lebih luas. Salah satu hikmah dari berlajar diluar negeri adalah punya banyak teman foreigner alias bule kalo di Indo. Gag semua bule emang, ini sih tergantung dinegara mana kita belajar, namun sebagai warga asing kita pasti akan dituntut berinteraksi dengan warga local. Keterbatasan dalam banyak hal seperti Bahasa akan membuat kita belajar lebih banyak. Akan ada banyak hal yang berbeda, bisa jadi semua berbeda. Dengan perbedaan-perbedaan tersebutlah kita dituntuk untuk lebih bijak, lebih menghargai orang lain dan lebih membuka wawasan kita bahwa dunia ini tak selebar daun kelor. Sebagai minoritas ada kalanya kita menjadi istimewa, namun ada kalanya juga kita didiskriminasi. Bersyukur bila diistimewakan dan bersyukur juga bila didiskriminasi. Tandanya kita harus berjuang lebih keras agar mendapat apresiasi, tentu dengan cara yang sehat.

Yang terakhir adalah ilmu itu sendiri. Situasi yang totally berbeda dengan yang ada di rumah akan membuat kita memiliki ilmu-ilmu baru. Mungkin saat di Indonesia kita punya banyak fasilitas yang mendukung aktivitas kita, namun ketika belajar diluar negeri kita menjadi semiskin-miskinnya orang. Mencoba membangun kehidupan yang baru dari nol. Hidup dengan serba keterbatasan. Mungkin tidak semua orang mengalami hal ini, tapi ini juga adalah salah satu proses belajar. Belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Pada akhirnya orang-orang pernah tinggal di luar negeri akan mempunyai pengalaman dan skill yang berbeda. Belajar bukan hanya untuk mendapatkan gelar namun juga pencapaian-pencapaian yang tidak tertulis lainnya. Bila kita bisa melebarkan sayap kita dan terbang lebih jauh, maka akan ada banyak hal-hal menarik diluar sana yang bisa kita dapatkan. Akan ada banyak tantangan dan problematika yang menunggu untuk diselesaikan dan akan ada juga masa depan cerah yang menunggu.

Semakin banyak tempat yang kita tapaki maka semakin banyak pula ilmu yang kita dapat. Seharusnya semakin menyadarkan diri kita betapa kerdilnya kita. Betapa pengetahuan kita bagaikan setetes buble milk tea bila dibandingkan dengan luasnya samudra ilmu pengetahuan. Dengan begitu maka kesombongan tidak akan ada artinya. Rasa bangga karena belajar keluar negeri akan luntur dengan rasa minder karena bertemu dengan orang-orang hebat yang sangat rendah hati. Dengan bertemu dengan banyak orang, maka kita akan lebih banyak mendengar, banyak mengerti. Seorang yang berilmu bukanlah yang paling banyak tau tetapi yang paling banyak beramal dengan ilmunya. Kembangkan sayap kita, terbanglah garuda.

Rizka Indri Wulandari

INHMM

National Cheng Kung University