Yang Kecil dan Yang Sederhana

Memasuki masa-masa globalisasi saat ini, Indonesia harus banyak menyiapkan diri sebagai negara yang memiliki tingkat perekonomian yang terus berkembang. Beberapa cara agar bisa membuat ketahanan ekonomi semakin kuat yaitu dengan membangun industri yang ada di Indonesia, yang tidak hanya akan memberikan peluang kerja kepada rakyat Indonesia atau rakyat ASEAN (AEC/AFTA) tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian bangsa.

Untuk membangun sebuah industri, dibutuhkan sumber daya yang sangat banyak. Salah satunya adalah energy yang merupakan sumber daya yang akan menjalankan perekonomian bangsa, tetapi persediaan energi yang ada di Indonesia saat ini sudah semakin berkurang. Sebagai contoh, energi listrik yang diproduksi oleh PT.PLN (Persero)  dimana mayoritas sumber energi adalah dengan pemakaian fosil yang ketersediaannya semakin berkurang. Para ahli mengatakan, jika dihitung dari rata-rata produksi minyak bumi saat ini hanya dapat bertahan sekitar 24 tahun mendatang.

Contoh sumber lain yang hampir habis adalah bahan bakar minyak (BBM). Pada tahun 2013, kebutuhan BBM nasional mencapai 1,33 juta barrel dengan produksi nasional rata-rata 870 ribu barrel. Artinya produksi nasional hanya bisa menyediakan 67% kebutuhan dan sisanya diperoleh melalui impor. Lebih lanjut lagi, dana APBN tahun 2012 mengalami pembengkakan sebesar 72% karena impor BBM dengan nilai harga minyak dunia yang merangkak naik. Kondisi ini semakin parah dari tahun ke tahun, pada tahun 2016 lalu, dana subsidi APBN untuk masyarakat dalam penyediaan sumber listrik meningkat dari Rp 38,39 triliun menjadi Rp 57,18 triliun. Hal ini merupakan dampak dari ditundanya pencabutan subsidi untuk 18 juta pelanggan listrik 900 VA yang dinilai tidak layak disubsidi karena termasuk golongan mampu.

Dengan kondisi saat ini, sudah banyak solusi yang di tawarkan salah satunya adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang memiliki resiko cukup tinggi untuk di bangun di daerah-daerah di Indonesia. Selain itu, sudah banyak peneliti yang melakukan penelitian untuk mencari sumber energi terbarukan. Beberapa di antaranya adalah pembangkit listrik dengan menggunakan gelombang laut yang saat ini digencar-gencarkan oleh negara-negara maju dalam menyokong kebutuhan listrik di negara mereka. Inggris telah banyak melakukan penelitian untuk mengubah energi listrik dari gelombang air laut.

Sebagai masyarakat Indonesia, banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya untuk melakukan penghematan energi. Saat ini telah banyak kampanye yang menyerukan agar kita bisa mematikan 1-2 bohlam lampu setiap harinya sebagai langkah kecil untuk menghemat energi. Tapi apakah ini dapat dilangsungkan secara terus-menerus? Sebenarnya, banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menghemat energi. Tetapi sayangnya, justru hal-hal kecil inilah yang sering kita anggap sepele sehingga tidak mau melakukannya. Sama seperti virus flu, yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop tetapi dapat memberikan dampak yang sangat besar kepada manusia,

Memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perkembangan zaman yang semakin maju membuat kita memiliki gaya hidup yang maju juga. Fenonema ini berdampak pada gaya hidup kita yang menyebabkan kesediaan energi  berkurang tiap harinya. Contoh kecil adalah penggunaan gadget.  Ketika gadget telah kehabisan energi, kita akan mencari power bank atau tempat-tempat yang menyediakan sumber energy yang bisa digunakan untuk mengisi kembali gadget, agar kita dapat meng-update foto atau lokasi kita berada sekarang. Sebenarnya, dengan mengurangi hal-hal seperti itu (upload foto atau check-in location) kita bisa mengurangi kebutuhan energi terhadap gadget karena baterai gadget akan bertahan lebih lama. Bahkan kita bisa mengubah waktu yang tersedia untuk meng-update foto dengan melakukan interaksi sosial dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Dengan cara yang sangat sederhana ini, kita bisa menghemat energi, memang langkah itu sangkat kecil dalam rangka penghematan energi, tapi bagaimana jika yang melakukan penghematan “gadget” ini dilakukan oleh setiap orang yang memiliki gadget? Pasti akan memberikan dampak yang cukup besar dalam penghematan energi bangsa kita.

Sebenarnya mengurangi pemakaian kendaraan bermotor adalah salah satu solusi untuk melakukan penghematan energi yang sangat besar dan jika jarak yang kita tempuh dekat, sebaiknya kita bisa berjalan kaki saja. Tetapi hal ini sangat bergantung kepada gaya hidup masyarakat. Di Negara-negara maju seperti Taiwan dan Amerika, mayoritas penduduknya lebih sering berjalan kaki dibandingkan harus menggunakan kendaraan pribadi. Selain menyehatkan, dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli BBM. Tetapi, jika kita harus menggunakan kendaraan pribadi, ada baiknya ketika sedang berkendara dan di jalanan kosong, jangan dengan kecepatan tinggi. Karena motor kendaraan akan bekerja lebih keras untuk memenuhi kecepatan yang diinginkan sehingga penggunaan bahan bakar akan semakin banyak dan membuat bahan bakar yang ada di dalam kendaraan kita akan cepat habis. Ada baiknya tetap menyetir dengan kecepatan yang konstan sehingga bahan bakar yang di bakar juga tidak sebanyak ketika menyetir dengan kecepatan tinggi.

Mungkin hampir 72 tahun Negara kita telah merdeka dari penajajahan bangsa lain, tapi masih banyak “penjajah-penjajah kecil” yang masih menjajah gaya hidup kita yang mungkin dapat membuat negara kita akan jatuh dan terpuruk lagi. Mengubah gaya hidup dengan cara yang sangat sederhana dapat menentukan nasib bangsa kita beberapa tahun kedepan.

Penghematan energi dimulai bukan dari orang-orang kaya yang memiliki banyak uang sehingga dapat membeli BBM bersubsidi atau juga bukan dari orang-orang susah yang tidak mungkin membeli kendaraan dan tidak membeli BBM. Penghematan energi dapat dimulai dari diri kita sendiri, baik kita kaya ataupun miskin. Selama kita berada di Indonesia, sebagai warga negara yang baik, kita akan memulai penghematan energy agar kita merdeka dari gaya hidup yang boros dan keterpurukan.

“Energy conserved is Life Preserved”

 

Referensi :

  1. KOMPAS (2010). Cadangan Minyak Bumi Tinggal 24 Tahun?
  2. Indonesia Investments (2016). Minyak Bumi.
  3. Detik Finance (2016). Subsidi BBM Turun, Subsidi Listrik Naik di APBN-P 2016.
  4. WWF (2009). “Hemat Listrik, Yuk!”
  5. Liputan6 (2016). PLN Gandeng Perusahaan Inggris Kembangkan Pembangkit Arus Laut.

 

Profil Penulis:

yabes

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website